Selasa, 26 Juli 2016

Kota Bitung Sulawesi Utara
by : suzuki motor manado

Pintu Gerbang Kota Bitung Sulawesi Utara
Kota bitung merupakan suatu kota di Ujung Utara dari Propinsi Sulawesi Utara. Kota yang biasa disebut Kota Cakalang ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat Pelabuhan dan Perindustrian yang mendorong percepatan pembangunan. Kota Bitung terletak di timur laut Tanah Minahasa. Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh. Banyak penduduk Kota Bitung yang berasal dari Suku Sangir sehingga kebudayaan yang ada di Bitung tidak terlepas dari kebudayaan yang ada di wilayah Nusa Utara tersebut. Berikut mimin menyajikan Sejarah singkat Kota Bitung dari berbagai sumber:

Menurut cerita sejarah nama Bitung sebenarnya berasal dari sebuah nama pohon , yaitu Pohon Bitung atau Witung (Oncosperma tigillarium syn. O filamentosum:Nibung) yang banyak tumbuh di daerah utara Jazirah Pulau Sulawesi.

Buah pohon Bitung/Witung
Sejarah ini bermula ketika Daerah Bitung yang dulunya banyak ditumbuhi oleh Pohon Bitung ini banyak digunakan oleh nelayan untuk berlabuh, singgah setelah melaut ataupun berlindung dari hantaman gelombang. maklum letak Kota Bitung sangat strategis dimana dilindungi oleh pulau lembeh sehingga gelombang yang menghantam tidak terlalu besar.

Simon Tudus yang merupakan seorang Nelayan sedang membangun sebuah gubuk/ sabuah tempat persinggahannya dari Laut. diperhatikannya bahwa daerah dimana gubuknya dibangun banyak terdapat Pohon Bitung yang tumbuh subur dimana2. setelah selesai membangun Sabuahnya si Tunduang Wanua Bitung ini merenung di tepi pantai dan memperhatikan segala aktifitas nelayan yang hilir mudik singgah dan melaut kembali. setelah disadarinya bahwa tempat ini (Pos 1 pelabuhan Bitung sekarang) merupakan tempat yang paling banyak disinggahi oleh para nelayan dari sekitaran Tonsea, Sangihe, Talaud, Minahasa, hingga Maluku. Waktu terus berganti, Nelayanpun semakin banyak yang hilir mudik dan berganti. Daerah yang dulunya bermakna Pohon lama kelamaan telah bergeser maknanya menjadi tempat persinggahan Nelayan atau Wilayah yang tumbuh banyak pohon Bitung dan dinamakan Daerah Bitung.

SEJARAH VERSI DOTU
Penduduk yang pertama yang memberikan nama Bitung adalah Dotu Hermanus Sompotan yang dalam bahasa daerah disebut dengan Tundu'an atau pemimpin. Dotu Hermanus Sompotan tidak sendirian tetapi pada saat itu dia datang bersama dengan Dotu RottiDotu WullurDotu GandaDotu KatuukDotu Lengkong. Pengertian kata Dotu adalah orang yang dituakan atau juga bisa disebut sebagai gelar kepemimpinan pada saat itu, sama seperti penggunaan kata Datuk bagi orang-orang yang ada di Sumatera. Mereka semua dikenal dengan sebutan 6 Dotu Tumani Bitung, mereka membuka serta menggarap daerah tersebut agar menjadi daerah yang layak untuk ditempati, mereka semua berasal dari Suku Minahasa, etnis Tonsea.

LAMBANG KOTA BITUNG yang memiliki arti :

Lambang Kota Bitung
Bentuk, warna dan bagian-bagian lambang :

Lambang Daerah berbentuk segi lima, warna bis luar berwarna merah dengan warna dasar biru laut.
Di tengah lambang terdapat gambar setangkai daun pohon bitung berjumlah 17 helai berwarna hijau, dihubungkan oleh 8 lingkaran kecil berbis hitam dengan setangkai mayang bunga kelapa yang belum mekar berjumlah 45 berwarna kuning emas. Di tengahnya terdapat sketsa yang terdiri dari :
Dua ekor ikan berwarna perak
Sebuah jangkar kapal berwarna perak
Sebuah bangunan industri
Sebuah bangunan kantor pemerintahan
Sebuah bangunan perdagangan
Seekor burung Manguni berwarna hitam
Gunung Duasudara berwarna hijau.
Di bagian bawah terdapat pita putih berbis merah bertuliskan Kota Bitung.Arti gambar-gambar pada lambang daerah :
Bentuk segilima lambing daerah mengartikan bahwa Pancasila sebagai Dasar NKRI dan sebagai falsafah dan pedoman hidup, mendasari dan menjiwai segala segi kehidupan.
Setangkai daun pohon bitung. Sejarah nama Kota Bitung diambil dari nama pohon bitung. Jumlah helai daunnya 17 melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Lingkaran kecil berjumlah 8 buah melambangkan bulan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setangkai mayang bunga kelapa yang belum mekar berjumlah 45 simbol tahun Proklamasi Kemerdekaan, juga tanda kemakmuran, kemurnian dan keluhuran masyarakat dalam mencapai cita-cita adil dan makmur.
Dua ekor ikan warna perak melambangkan kekayaan laut Bitung, sebagai penghasil dan pengekspor ikan.
Sebuah jangkar kapal menggambarkan Bitung sebagai Kota Pelabuhan yang menjadi gerbang utama melalui laut.
Bangunan industri melambangkan dimensi Kota Bitung dengan ditetapkannya sebagai pusat kawasan industri Sulawesi Utara.
Bangunan kantor pemerintah bermakna bahwa semua potensi yang ada merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien bagi kepentingan pembangunan daerah.
Bangunan perdagangan lambang dimensi lain dari Kota Bitung yang sangat menentukan dinamika kehidupan perekonomian.
Gambar Gunung Duasudara dengan warna hijau melambangkan letak geografis Kota Bitung yang berada di kaki Gunung Duasudara yang subur.
Burung Manguni symbol keperkasaan, kewaspadaan danmewarisi nilai-nilai budaya dengan semangat Mapalus.Penjelasan warna :
Biru Laut : Simbol ketenteraman, kebahagiaan, kesetiaan, kehormatan, keluhuran dan simbol Kota Bitung sebagai Kota Pelabuhan.
Kuning : Simbol kemakmuran, kejayaan dan kemurnian dalam melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya terhadap Bangsa dan Negara.
Hijau : Simbol kesuburan alam senagai potensi kehidupan masyarakatnya dalam mendukung pembangunan
Perak : Simbol kejayaan dan kemegahan daerahnya.
Putih : Simbol kesucian hati, citra yang bersih dalam menjalankan tugas.
Merah : Simbol keberanian dan jiwa perwira untuk membela Bangsa dan Negara.
Hitam : Simbol sifat persatuan dan kesatuan

KECAMATAN
Kota Bitung mengalami pemekaran sehingga menjadi 8 kecamatan dengan menganti nama kecamatan, sekaligus pemekaran kelurahan dari 60 Kelurahan menjadi 69 kelurahan sampai saat ini.

Dahulu :                                 Menjadi :
Kecamatan Bitung Selatan     Kecamatan Lembeh Selatan
Kecamatan Lembeh Utara     
Kecamatan Bitung Barat         Kecamatan Matuari
Kecamatan Girian
Kecamatan Bitung Utara         Kecamatan Ranowulu
Kecamatan Bitung Tengah     Kecamatan Maesa
Kecamatan Madidir
Kecamatan Bitung Timur        Kecamatan Aertembaga

GEOGRAFI
Kota Bitung terletak pada posisi geografis di antara 1° 23' 23" - 1° 35' 39" LU dan 125° 1' 43" -1 25° 18' 13" BT dan luas wilayah daratan 304 km².
Batas wilayah 
Peta Sulawesi Utara - Kota Bitung
Batas wilayah Kota Bitung adalah sebagai berikut:

TOPOGRAFI DAN IKLIM
Dari aspek topografis, sebagian besar daratan Kota Bitung berombak berbukit 45,06%, bergunung 32,73%, daratan landai 4,18% dan berombak 18,03%. Di bagian timur mulai dari pesisir pantai Aertembaga sampai dengan Tanjung Merah di bagian barat, merupakan daratan yang relatif cukup datar dengan kemiringan 0-150, sehingga secara fisik dapat dikembangkan sebagai wilayah perkotaanindustriperdagangan dan jasa.

Di bagian utara keadaan topografi semakin bergelombang dan berbukit-bukit yang merupakan kawasan pertanian, perkebunan, hutan lindungtaman margasatwa dan cagar alam. Di bagian selatan terdapat Pulau Lembeh yang keadaan tanahnya pada umumnya kasar ditutupi oleh tanaman kelapahortikultura dan palawija. Disamping itu memiliki pesisir pantai yang indah sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata bahari.

PENDUDUK
Etnis
Sebagian besar penduduk Kota Bitung berasal dari suku Minahasa dan suku Sangihe. Terdapat juga komunitas etnis Tionghoa yang besar di Bitung. Para pendatang yang berasal dari suku Jawa dan suku GorontaloSuku MinangkabauSuku Aceh juga banyak ditemui di Bitung, di mana sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Ada juga pendatang dari tanah Maluku yang mengungsi dikota Bitung akibat bergolaknya kerusuhan di Halmahera.
Agama
Sebagian besar penduduk Kota Bitung memeluk agama Kristen Protestan. Sebagian besar penduduk Kota Bitung yang berasal dari etnis Jawa dan Gorontalo memeluk agama Islam. Agama Katolik juga banyak dianut oleh penduduk Kota Bitung, sementara agama Konghucu dan Buddha banyak dianut oleh penduduk yang berasal dari etnis Tionghoa.
Bahasa
Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Kota Bitung adalah bahasa Manado sebagai bahasa ibu dari sebagian besar penduduk Kota Bitung. Bahasa Sangihe juga sering digunakan oleh masyarakat suku Sangir yang ada di Kota Bitung.

KEBUDAYAAN
Kebudayaan yang ada di Kota Bitung banyak dipengaruhi oleh budaya Sangihe dan Talaud, karena banyaknya penduduk yang berasal dari etnis Sangir. Contoh dari budaya Sangir dan Talaud yang ada di Bitung yaitu Masamper. Masamper merupakan gabungan antara nyanyian dan sedikit tarian yang berisi tentang nasihat, petuah, juga kata-kata pujian kepada Tuhan. Budaya Sangir lainnya yang bisa ditemui di Bitung yaitu TULUDE/Menulude. Tulude berasal dari kata Suhude yang berarti tolak. Maksud Acara Adat menulude ialah memuji Duata/Ruata (Tuhan), mengucap syukur atas perlindungan-Nya.
Upacara Adat Tulude
Link Foto-foto Tulude di Kota Bitung : http://bitungkota.go.id/2016/01/ 

PARIWISATA
  • ·         Objek wisata di Bitung, Sulawesi Utara[4]:
  • ·         Air Hujan di Kel. Danowudu, Kecamatan Ranowulu, 9 Km dari Pusat Kota Bitung.
  • ·         Air Perempuan dan Air Laki-Laki di Kel. Pinokalan, Kecamatan Ranowulu, 8 Km dari Pusat Kota Bitung
  • ·         Airprang di Kel. Makawidey, Kecamatan Aertembaga Bitung, 1 Jam Dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, dengan 396 anak tangga
  • ·         Bakri Cono Marine di Kel. Mawali, Kecamatan Lembeh Utara, ± 30 menit dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving.
  • ·         Bastianus Diving Center Resort di Kel. Mawali, Lembeh Utara, ± 30 menit dengan Motor Boat Dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving.
  • ·         Benteng Resort di Kel. Batuputih 2, Ranowulu, 24 Km dari Pusat Kota Bitung, Pantai Cottage, Diving dan Rekreasi
  • ·         Dermaga Ruko Pateten di belakang Ruko Pateten yang digunakan penumpang yang mengunjungi sekitar Selat Lembeh.
  • ·         Divers Lodge Lembeh di Kel.Paudean, Lembeh Selatan, ± 1 Jam dengan Motor Boat dDari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving
  • ·         Kelenteng Seng Bo Kiong di Jl. Kadoodan, berupa kelenteng Tao dengan ornamen khas kelenteng Cina yang indah.
  • ·         Lembeh Marina Resort di Kel. Pintu Kota Bitung, ± 45 Menit dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving.
  • ·         Lokasi Perang Dunia II di Kecamatan Madidir Bitung, ± 1 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Wisata Bawah Laut (Kapal Karamnya).
  • ·         Lokasi Perang Dunia II di Laut Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara Bitung, ± 30 menit dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Wisata Bawah Laut (Kapal Karamnya)
  • ·         Millennium Bitung di Kel. Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, 7 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga.
  • ·         Monumen Jepang di Kel. Manembo-Nembo Bawah, Kecamatan Matuari, 7 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Tugu Bersejarah
  • ·         Monumen Jepang Winenet di Kel. Winenet, Aertembaga, 3 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Kuburan Tentara Jepang.
  • ·         Monumen Trikora Mandala Sakti di Batu Lubang, tepian Pulau Lembeh, yang merupakan wisata sejarah.
  • ·         Pantai Batuputih di Kel. Batu Putih 1, Kecamatan Ranowulu, 22 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga.
  • ·         Pantai Langi di Kel. Waturirir Bitung, ± 1 Jam Dengan Motor Boat Dari Ruko Pateten, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga.
  • ·         Pantai Tanjung Merah di Kel. Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, 9 Km Dari Pusat Kota Bitung, berupa Wisata Pantai Dan Rekreasi Keluarga.
  • ·         Pelabuhan Bitung di Pelabuhan alam terbesar Sulawesi Utara yang disinggahi kapal antar pulau.
  • ·         Sea View Resort di Kel. Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, 8 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga
  • ·         Sulawesi Diving Quest di Kel.Waturirir Bitung, ± 1 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving
  • ·         Sumber Air Panas Alam Rumesung di Kel. Makawidey, Kecamatan Aertembaga Bitung, ± 2 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Sumber Air Panas
  • ·         Taman Koleksi Satwa Naemundung di Kel. Aertembaga, Kecamatan Aertembaga, 5 Km dari Pusat Kota Bitung, Kebun Binatang
  • ·         Taman Laut Batukapal di Kel. Lirang Bitung, ± 2 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Taman Laut.
  • ·         Teluk Kasuari di Kel. Makawidey, Kecamatan Aertembaga Bitung, ± 1,5 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Wisata Pantai dan Rekreasi Keluarga, Snorkling dan Diving.
  • ·         Teluk Kungkungan di Kel. Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, 7 Km dari Pusat Kota Bitung
  • ·         Teluk Walenekoko di Kel. Pasir Panjang, Kecamatan Lembeh Selatan Bitung, ± 1 Jam dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Danau Pantai
  • ·         The Pier To Ferry di Kel.Pateten, Kecamatan Aertembaga, 2,5 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Jembatan Penyeberangan antar Pulau Kecil.
  • ·         Two Fish Diving Center Mawali di Kel. Mawali, Kecamatan Lembeh Utara Bitung, ± 30 menit dengan Motor Boat dari Ruko Pateten, berupa Cottage dan Diving
  • ·         Wisata Hutan Alam Bitung di Kel. Danowudu, Kecamatan Ranowulu, 10 Km dari Pusat Kota Bitung, berupa Hutan Wisata. 
  • Monumen Trikora, Diving Pulau Lembeh, Tarsius
    Foto by : http://rom-bitung.blogspot.co.id/p/blog-page.html

    Monumen Trikora di Palau Lembeh
    Foto by : http://rom-bitung.blogspot.co.id/p/blog-page.html



PEREKONOMIAN
KOTA CAKALANG BITUNG
Gambaran Perekonomian Kota Bitung Sulawesi Utara
Foto by : http://rom-bitung.blogspot.co.id/p/blog-page.html
Perekonomian Kota Bitung di dominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan. Namun dalam perkembangannya sektor industri ternyata berkembang cukup pesat dan mencapai nilai tertinggi. Bertumbuhnya sektor industri sangat membantu perekonomian terutama dengan meluasnya kesempatan kerja. Bertambahnya perusahaan industri juga meningkatkan kesejahteraan penduduk terutama dengan terserapnya tenaga kerja sebanyak 21.755 orang, meningkat dari tahun sebelumnya yang daya serapnya mencapai 21.290 tenaga kerja. Begitu juga dari sisi kapital di mana peningkatan jumlah perusahaan ini diikuti pula dengan peningkatan nilai investasi menjadi 541,67 miliar rupiah atau meningkat 23,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Tahun 2004 sektor angkutan dan komunikasi memberikan kontribusi paling besar dalam perekonomian di Kota Bitung. Industri di Kota bitung di dominasi oleh industri perikanangalangan kapal dan industri minyak kelapa. Disamping itu juga ada industri transportasi lautmakananbajaindustri menengah dan kecil.

TRANSPORTASI
Darat
Sarana tranportasi darat yang ada di Kota Bitung adalah mikro sebagai angkutan kota dan bus sebagai angkutan antar kota, seperti bus trayek Bitung-Manado, Bitung-Tondano, Bitung-Gorontalo, Bitung-Tolitoli dan Bitung-Palu.

Laut
Sebagai kota pelabuhan, sarana transportasi di Kota Bitung cukup memadai. Sarana transportasi laut di Bitung menghubungkan daerah daratan dan Pulau Lembeh.Pelabuhan Bitung terdiri dari pelabuhan penumpang dan pelabuhan peti kemas. Adanya PT.Pelindo IV membuat kota Bitung lebih maju pesat perekonomiannya karena direncanakan akan dibuka sebagai Gerbang Timur Internasional. Pelabuhan Bitung merupakan satu-satunya pelabuhan di Sulawesi Utara yang disinggahi dan dilabuhi oleh kapal-kapal penumpang antar kota-kota besar di Indonesia dan Internasional.

WALIKOTA BITUNG
Kota Bitung dipimpin oleh seorang Walikota yang memiliki masa jabatan 5 tahun. Nama-nama Walikota yang pernah menjabat sebagai Kepala Pemerintahan di Kota Bitung sebagai berikut :

NAMA
TAHUN
1.     W. A. Worang
(1975-1979)
2.     Drs. K. L. Senduk
(1979-1986)
3.     Drs. S. H. Sarundayang
(1985-1992)
4.     Drs. S. H. Sarundayang
(1992-1997)
5.     Drs. S. H. Sarundayang
(1997-2000)
6.     Drs. Is. L.A. Gobel
(Pejabat Walikota April-Agustus 2000)
7.    Milton Kansil, SE – F.Supit
(2000-2005)
8.    Drs. Max Lumintang
(Pejabat Walikota Agustus 2005-Feb 2006)
9.   Hanny Sondakh – Robert Lahindo, SH, M.Si.
(2006-2011)
10.  Hanny Sondakh – Max J. Lomban, SE, M.Si.
(2011-2016)
11. Maximiliaan J. Lomban – Ir. Maurits Mantiri
(2016-sekarang)
WALI KOTA DAN WAKIL WALIKOTA BITUNG 2016 - 2021
Informasi Lainnya yang berkaitan dengan Sejarah Kota Bitung adalah:
·         Berdasarkan Kamus Sangirees-Nederlands Woordenboek yang diedit oleh Mr. K.G.F. Stellen dan Drs. W.Aerbersold dari penulis N. Adrian, 1893, cetakan terakhir tahun 1959, kata Bitung adalah nama sebuah pohon, Stevige Koroestige Boom. Dalam bahasa botani disebut Hivia Hospital.
·         Pohon Bitung bahasa Indonesianya merupakan Pohon Keben.

Monumen Ikan Cakalang Bitung Sulawesi Utara
Foto Monumen Ikan Cakalang yang terletak di Daerah Kota Bitung. Cakalang memang identik dengan Sulawesi Utara pada umumnya dan Kota Bitung khususnya, karena di kota pelabuhan ini banyak terdapat pabrik pengalengan yang cukup besar untuk mengolah daging Cakalang ataupun Tuna segar untuk di eksport keluar negeri.

Salam NyalakanNyali...Yaruki...Yaruki...Yaruki

Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar

Suzuki Motor Manado. Diberdayakan oleh Blogger.

Silahkan Like dulu Bro and Sis

Popular Posts

Blog Archive