Kamis, 09 Juni 2016

Standar Emisi Euro3 mengurangi Polusi Udara
Spesifikasi All New Satria F150 Fi telah menggunakan Standar Emisi Euro3

Pernah mendengar kata Euro. Pasti pernah lah bro and sis, kalau mendengar kata Euro diidentikkan dengan Mata Uang atau dengan ajang liga sepak bola Negara-Negara Eropa. Kali mimin Suzuki Motor Manado akan membahas Euro yang berkaitan dengan Emisivitas Karbon.

Apa itu Standar Emisi EURO???
Jadi, EURO yang dimaksudkan disini adalah? European Emission Standards. Euro adalah standar emisi kendaraan bermotor di Eropa yang juga diadopsi oleh beberapa negara di dunia. Euro mensyaratkan, kendaraan yang baru diproduksi harus memiliki kadar Gas Buang seperti Karbon Dioksida (CO2), Nitrogen Oksida (Nox), Karbon Monoksida (CO), Volatile Hydro Carbon (VHC) berada di bawah ambang tertentu.
Standar emisi EURO bisa kita definisikan sebagai Standar gas buang kendaraan versi eropa. Di Indonesia sendiri Standar emisi EURO baru sampai standar EURO 3, di Eropa sendiri tempat asal standar emisi EURO sudah sampai EURO 6 (diterapkan sejak September 2015).

Sejarah Standar Emisi EURO???
Standar emisi EURO dirintis mulai tahun 1992. Tahun 1996 standar emisi EURO 2 diperkenalkan dengan sasaran kendaraan jenis bus dan truk. Standarisasi EURO dijalankan dengan penuh ketelitian dan dilakukan secara bertahap. Jika standarisasi ini dijalankan secara sembarangan bisa kita bayangkan betapa rusaknya kualitas udara kita saat ini. Walaupun di Indonesia standar EURO sudah mencapai EURO 3, tapi banyak sekali kendaraan pribadi (mobil,motor) atau umum yang masih dengan standar emisi EURO 1. Standar emisi ini sangat berperan sekali dalam kelestarian lingkungan khususnya kualitas udara.
Sedangkan Euro-3 adalah regulasi yang berasal dari parlemen Eropa tertanggal 19 Juli 2002 perihal pengurangan emisi dari roda dua dan roda tiga berdasarkan amandemen langsung 97/24/EC. Pada tahun 2007 di Eropa, regulasi Euro-3 datang menggantikan Euro-2. Dengan regulasi baru ini, standar kebersihan emisi kendaraan lebih diperketat lagi. Sebuah kendaraan hanya boleh menghasilkan 0.3gr/km hidrokarbon (HC), 0,15 gr/km nitro oksida (NOx), dan hanya 2gr/km untuk karbonmonoksida (CO).
Indonesia menetapkan standar emisi gas buang Euro-2 pada tahun 2003, dan masih menerapkan baku mutu Euro-2 yang diberlakukan sejak tanggal 1 Januari 2005 lalu, sehingga industri otomotif membutuhkan kepastian informasi mengenai regulasi emisi yang akan datang, khususnya untuk sepeda motor.?Saat ini peraturan mengenai kendaraan bermotor di dunia sebagian besar mengacu ke regulasi yang dikeluarkan oleh UN-ECE (United Nation-Economic Commission for Europe)

Kapan Indonesia Menerapkan EURO 3???
Negara2 Uni Eropa sendiri sudah menerapkan standar Euro-3 pada Januari 2006. Standar Euro-3 juga terdapat pada regulasi? Worldwide Motorcycle Emission Test Cycle (WMTC) & aturan inilah yang menjadi patokan dari AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia).
Rencana penerapan Euro-3 sebenarnya sudah dilakukan jauh-jauh hari namun itu perlu persiapan matang salah satunya adalah kesiapan dari industri otomotif. Bagi produsen motor, butuh waktu antara 2-3 tahun untuk merancang motor dengan teknologi yang bisa menurunkan emisi menjadi rendah. 

Akhirnya pada 1 Agustus 2013 Pemerintah RI mulai menerapkan Euro 3 pada kendaraan bermotor roda dua. Sepeda motor harus menggunakan BBM standar Euro 3 dengan oktan 91 dan tanpa timbal. Tapi pelaksanaan kebijakan juga belum efektif, dikarenakan belum pahamnya masyarakat Indonesia serta kurangnya sosialisasi oleh pihak-pihak tekait mengenai kadar oktan 91 dan tanpa timbal khusus untuk digunakan kendaraan bermotor yang di produksi sesuai regulasi pemerrintah mengenai standar emisi gas buang. Produk Suzuki yang telah diproduksi mengikuti regulasi pemerintah Standar Euro3 ; Suzuki All New Satria F150 Fi dan Suzuki Address Fi.
Suzuki All New Satria F150 Fi MotoGP


Suzuki Address 110 Fi Elegant
















Batas ambang batas gas buang standar Euro-3 dapat dilihat sebagai berikut :
Kapasitas mesin di bawah 150 cc :
  • Kadar CO : 2.0 gram/km
  • Kadar HC : 0.8 gram/km
  • Kadar NOx: 0.15 gram/km

Kapasitas mesin di atas 150 cc :
  • Kadar CO : 2.0 gram/km
  • Kadar HC : 0.3 gram/km
  • Kadar NOx: 0.15 gram/km

Kecepatan motor di bawah 130 km/h :
  • Kadar CO : 2.62 gram/km
  • Kadar HC : 0.75 gram/km
  • Kadar NOx: 0.17 gram/km

Kecepatan motor di atas 130 km/h :
  • Kadar CO : 2.62 gram/km
  • Kadar HC : 0.33 gram/km
  • Kadar NOx: 0.22 gram/km
Tentu saja guna memenuhi standar emisi yang ketat, teknologi mesin sepeda motor perlu disempurnakan & disertai juga kualitas bahan bakar yang baik pula. Untuk Euro-3, idealnya menggunakan bahan bakar sesuai WWFC (World Wide Fuel Charter)?category 2 yaitu bensin ber-oktan (RON) 91 dan harus tanpa aditif metal seperti timbal, mangan dsb).

Kualitas BBM Indonesia Kalah Dengan Afrika dan India???
Emisi dan standar Bahan Bakar Minyak di Indonesia Indonesia ketinggalan dari negara lain di dunia. Jika di Indonesia standarnya masih Euro
3, negara lain sudah mengarah ke Euro4 dan Euro5, Afrika saja sudah Euro4, India saja sekarang sudah Euro4, dia lompat dari Euro2.
 
 Padahal mesin- mesin kendaraan saat ini sudah meminta spesifikasi bahan bakar yang bagus. Akibatnya beberapa sepeda motor harus batal masuk ke Indonesia atau dipertimbangkan lagi oleh ATPM. Pemerintah mengaku kesulitan untuk menekan konsumsi BBM subsidi. Masyarakat masih lebih memilih BBM murah meskipun kualitasnya tidak memenuhi standar untuk kendaraan yang dipakainya (produksi euro3).
Sebenarnya kalau pakai BBM non bersubsidi itu lebih untung karena mesin tidak cepat rusak, pembakaran lebih sempurna. Tapi orang lebih banyak mempertimbangkan aspek keekonomian, Seperti diketahui, saat ini harga BBM non subsidi seperti pertamax berada di sekitar Rp 11.500 per liter. Sedangkan BBM subsidi Rp 6.450 per liter.

Penerapan standar emisi gas buang Euro-3 tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan industri otomotif agar tidak tertinggal dari negara-negara lain.? Pemerintah telah mempunyai fasilitas uji emisi untuk sepeda motor yang berada dibawah wewenang Kementerian Perhubungan yaitu Balai Pengujian Layak Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB).?Beberapa Industri otomotif yang sudah mempunyai fasiltas uji emisi terakreditasi dan siap membantu melakukan pengujian antara lain PT Suzuki Indomobil Motor. Ada yang menanggapi rencana ini dengan keraguan. Karena bahan bakar yang harganya cocok dengan kantong masyarakat saat ini yaitu Premium ber-oktan 88 (Bensin tanpa timbal) belum memenuhi standar yang bisa digunakan untuk mesin Euro-3. Bila ingin mengajak masyarakat, pemerintah harus bisa mensosialisasikan perhitungan secara jelas dan nyata efektifitas penghematan?dalam persentase total?bahan bakar yang bisa dicapai dengan menggunakan sepeda motor yang mengguakan Pertamax sebagai bahan bakar utamanya untuk tiap satuan kilometer dan berapa nilainya dalam rupiah.

Bahan bakar yang bisa digunakan untuk Euro 3 adalah Pertamax. Namun, jumlah pasokan pertamax belum merata ke seluruh daerah Indonesia.
Bila tidak diperhitungkan secara matang kebijakan ini justru akan merugikan produsen maupun konsumen. Secara persaingan produsen bisa menjual produk yang bersaing ke luar negeri, sedangkan di dalam negeri konsumen meragu untuk membelinya. Meragu akan ketersediaan bahan bakar untuk jangka panjang. Untuk daerah pulau Jawa mungkin bukan masalah, bagaimana dengan daerah-daerah yang di luar pulau Jawa?. Yang notabene sering mengalami kelangkaan BBM. Untuk Premium saja susah, apalagi Pertamax?.

Lain halnya bila ada garansi dari pertamina, bahwa akan ada peningkatan jangkauan distribusi Pertamax di seluruh Indonesia. Mungkin yang jadi bisa bahan pertimbangan lain adalah harga jual Pertamax yang dirasa cukup tinggi. Sebenarnya secara tidak langsung kebijakan seperti ini bisa memaksa masyarakat secara tidak langsung untuk menggunakan Pertamax. Apakah ini memang dirancang untuk seperti itu?. Entahlah, masing-masing orang bisa menyimpulkan sendiri.
Mungkin ketika nantinya semua kendaraan telah berganti dengan kendaraan EURO 3, saat itulah negara ini bebas dari BBM bersubsidi. Diawali dengan strategi seperti ini. Mari kita lihat saja bagaimana kelanjutannya nanti pada tahun 2016 ini.



0 komentar:

Posting Komentar

Suzuki Motor Manado. Diberdayakan oleh Blogger.

Silahkan Like dulu Bro and Sis

Popular Posts

Blog Archive