Kamis, 16 Juni 2016

IPPHOS

Sebagian kita mungkin belum banyak yang mengetahui foto-foto yang menghiasi buku dan cerita sejarah perjalanan bangsa indonesia terutama pada periode perang kemerdekaan rentang 1945-1949 sebagian besar adalah karya duo Mendur bersaudara putra asli Minahasa, Sulawesi Utara. Alex Impurung Mendur (1907 - 1984) dan adiknya Frans Soemarto Mendur(1913 – 1971), merintis pendirian IPPHOS (Indonesia Press Photo Service) pada 2 Oktober 1946 di Jakarta, bersama putra-putra asli Sulawesi Utara lainnya seperti Justus Umbas, Frans "Nyong" Umbas, Alex Mamusung dan Oscar Ganda. Jauh sebelum IPPHOS berdiri, duo mendur telah mematri gambar perjalanan sejarah bangsa ini melalui karya-karya besar mereka, antara lain pengabadian detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
'Magnum opus' lain mereka adalah foto podium Bung Tomo yang menjadi ikon gelora peristiwa perang 10 November 1945 Surabaya (yang sebenarnya diambil tahun 1946 sekitar setahun setelah peristiwa tersebut) yang diambil saat berpidato di lapangan Mojokerto dalam rangka mengumpulkan sumbangan untuk korban perang Surabaya, yang saat itu masih diduduki oleh Belanda.


 
Jelang senja kehidupannya, Frans Mendur pernah menjadi penjual rokok di Surabaya. Di RS Sumber Waras Jakarta pada tanggal 24 April 1971, ia meninggal dalam sepi. Alex Mendur, menyusul tutup usia sekitar tahun 1984 juga dengan kondisi yang hampir sama dengan saudaranya.
Jasa mereka selayaknya disejajarkan dengan pahlawan-pahlawa asal Minahasa (sulawesi Utara) lainnya seperti Dr. Sam Ratulangi, LN. Palar, Wolter Mongisindi, John Lie, dll. tanpa mereka rekam sejarah perang revolusi kemerdekaan tak akan pernah punya rasa "perspektif indonesia".
Kini jasa mereka diabadikan dalam sebuah museum kecil, sebuah rumah yang sebenarnya belum cukup layak untuk disebut museum bagi opus mereka di kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. Sebagian besar koleksi yang dipajang adalah karya yang jarang dipublikasikan, foto-foto yang merupakan rangkaian goresan visual yang merangkum peristiwa sejarah yang belum pernah kita kenal yang mungkin -dengan sengaja- dihilangkan oleh “pemenang” sejarah sebagai pemegang “hak cipta” cerita sejarah masa lalu. (Photo courtesy : various)

Kawangkoan, Oktober 2015.

0 komentar:

Posting Komentar

Suzuki Motor Manado. Diberdayakan oleh Blogger.

Silahkan Like dulu Bro and Sis

Popular Posts

Blog Archive