Kamis, 19 Mei 2016

HARUSKAH SATRIA INJEKSI  MENGGUNAKAN PERTAMAX?

Saat ini Pemerintah Indonesia sudah meratifikasi standarisasi EURO 3, yang merupakan standar emisi gas buang  yang berorientasi ramah lingkungan dan hemat energi sebagai salah satu kesepakatan agar usia bumi kita tempat kita bernafas dan hidup dapat lebih panjang. Salah satu upaya untuk mencapai standarisasi tersebut maka pabrikan selain menyematkan teknologi injeksi pada produk barunya,  juga menerapkan mesin berkompresi tinggi yang efeknya ikut meminimalisir konsumsi bahan bakar, tentunya dengan standar jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasinya.
Sudah jamak bro n sis dengar bahwa pemilihan bahan bakar kendaraan yang kita pakai akan berpengaruh pada keawetan mesinnya. Penggunaan bahan bakar yang tepat dapat memperpanjang usia kendaraan, mesinnya jauh lebih awet dan akselerasi tarikannya dapat maksimal. Pada kenyataannya masih banyak pengguna motor yang berkompresi tinggi mengantri panjang di SPBU Sario pada stasiun premium, termasuk mimin, sih,... hehehehe....
Faktor isi kantong pastinya selalu menjadi pertimbangan utama pemilik kendaraan dalam memilih penggunaan bahan bakar.  Premium yang harganya disubsidi oleh pemerintah adalah tentunya menjadi pilihan utama, namun istilah "ada harga ada rupa" pasti berlaku juga, bro!. premium punya kadar oktan rendah, bahkan kabarnya, kadar oktan terburuk di asia tenggara setelah negara kamboja. yang berarti berkualitas rendah juga nah,.. apa benar memilih premium adalah keputusan paling bijak untuk menghemat pengeluaran? Belum tentu bro.... secara jangka pendek, iya,... jangka panjang? Bisa saja biaya perawatan jangka panjang yang dikeluarkan akan lebih besar daripada penghematan pengeluaran untuk membeli bahan bakar itu sendiri.
Di artikel ini mimin akan beri gambaran mengenai cara memilih bahan bakar yang ideal berdasarkan nilai oktan dan rasio kompresi, sebelumnya bro n sis lihat dulu tabel berikut yang memuat komposisi rasio kompresi dan bahan bakar ideal pada kendaraan yang saat ini banyak beredar di wilayah Sulawesi Utara (hampir semuanya bermesin injeksi)  :
 

Kira-kira melihat rasio kompresi diatas, bro n sis bisa menyimpulkan, kan... bahwa motor-motor yang memiliki rasio kompresi 11 digit keatas cenderung merupakan motor yang mengandalkan performa dan akselerasi tinggi, kan?. Waah,... berarti pake satria butuh biaya besar dong, karena bahan bakarnya pake pertamax plus,...  nanti dulu bro,.... kita bahas satu-satu, yaa,...
Apa Itu Oktan
Kalau bro pernah membaca istilah RON pada beberapa tulisan yang berkaitan dengan kadar oktan bahan bakar, istilah RON itu sendiri adalah singkatan dari Research Octane Number

"RON (research Octane Number) adalah angka yang mempresentasikan ketahanan bahan bakar terhadap kompresi di dalam mesin tanpa meledak sendiri. Maka mesin dengan kompresi yang tinggi membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan yang tinggi." - Wikipedia

Angka oktan tersebut juga merupakan angka yang menunjukkan besarnya tekanan sebelum bensin terbakar secara spontan. Campuran udara dan bahan bakar ditekan oleh piston secara maksimal kemudian dibakar oleh percikan api dari busi. nah,...campuran udara dan bensin inilah yang bisa terbakar secara spontan dan terbakarnya bukan dipicu oleh percikan api dari busi, ini biasanya disebut pembakaran tidak sempurna. Jika campuran bahan bakar dan udara ini terbakar karena tekanan yang tinggi dan bukan berasal dari percikan api dari busi, maka akan muncul suara “kelitik”(istilah mekaniknya knocking dalam mesin). Hal ini dipicu oleh sebab-sebab :
1.     bahan bakar beroktan rendah
2.     penggunaan bahan bakar yang kurang cocok dengan karakter mesin atau rasio kompresi kendaraan
3.     cara pemakaian kendaraan/berkendara yang kurang ideal.
Efek ini yang sebaiknya dihindari karena akan mengganggu kinerja mesin, selain pemborosan bahan bakar yang tidak menjadi tenaga itu sendiri. berikut komposisi nilai oktan bahan bakar yang beredar di Indonesia :

Rasio Kompresi Mesin

Pada mesin, rasio kompresi berarti nilai yang mewakili rasio volume ruang pembakaran dari kapasitas terbesar ke kapasitas terkecil sedangkan pada piston, rasio yang dimaksud adalah rasio antara volume silinder dan ruang bakar ketika piston berada di titik mati bawah dan volume ruang bakar saat piston berada di titik mati atas. Semakin tinggi nilai rasio kompresi akan semakin bagus karena pemampatan (pencampuran bahan bakar dan udara) yang semakin kuat, yang akan menimbulkan tekanan yang akan menghasilkan tenaga mesin lebih besar dengan bahan bakar yang sesuai (dengan karakter mesin akan terbakar dengan sempurna. Semakin tinggi nilai oktannya, maka bahan bakar akan tidak mudah terbakar dengan percuma). Sebaliknya jika bahan bakar beroktan rendah, maka akan cenderung meledak terlebih dahulu karena panas mesin, bukan karena percikan api dari busi.
Mengapa mesin modern akan ideal dengan rasio kompresi tinggi? Berikut poin-poinnya :
:
1.   Pencampuran bahan bakar yang lebih sempurna
2.   Akselerasi dan tenaga lebih baik, karena mempercepat proses pembakaran bahan bakar.
3.   Standar pakem mesin modern. Dengan kombinasi mesin injeksi, standar ketat EURO 3 dapat dicapai dengan ideal tanpa harus mereduksi kinerja akselerasi mesin.
4.   Lebih irit dan ramah lingkungan pastinya Istilahnya om-om mekanik jagoan The higher compression, the less fuel needed to produce power, which results in drastically lower emissions…”
 

Pengaruh Rasio Kompresi Terhadap Pemilihan Bahan Bakar

Saat ini di Sulawesi Utara rata-rata setiap SPBU sudah wajib menyiapkan 1 buah stasiun yang menyiapkan Pertamax/pertalite/Pertamax Plus, jadi kita-kita di bumi nyiur melambai sudah tidak asing lagi dengan bahan bakar berperforma tinggi ini. nah,...kembali lagi ke pengaruh rasio kompresi dan bahan bakar, semakin tinggi nilai oktan maka bensin semakin lambat terbakar dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi akan berakibat bensin lebih sulit menguap atau penguapan rendah. Hal tersebut menjadikan bensin yang gagal terbakar akibat oktan terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep. Bandingkan dengan harga murahnya premium punya efek buruk berikut :

1.   Resiko knocking lebih tinggi. Knocking yang sifatnya ledakan atau letupan-letupan dapat memicu resiko piston bolong. mesin mengalami knocking secara kontinyu terutama ketika cara berkendara dan cara mengakselerasikan motor bro dengan perhitungan yang tidak tepat. Risiko semakin besar saat kendaraan sering untuk berpergian jauh.
2.   Pemborosan bahan bakar, yang berarti mengarah ke pemborosan energi yang sulit tergantikan. Pada mesin injeksi, pemborosan pemakaian premium disebabkan oleh banyaknya pembakaran yang tidak sempurna, bahkan dari catatan mimin, pemborosan bisa mencapai angka 30% dari bahan bakar yang tersedia!
3.   Tidak efisien. Hitung-hitungan mimin, nih, jika asumsi pemborosan maksimal sampai 30%, berarti harga seliter premium Rp. 6.400 x 30% = Rp.1.920. berarti setiap bro keluarkan 6.400/liter, resiko borosnya +/- 2.000 perak bro,.. kalo hitung harga plus deviasinya,.. 6.400 + 2.000 = 8.400,... nambah sedikit udah dapat pertamax!!!!!

Amankah Satria Injeksi menggunakan Bahan Bakar beroktan Rendah?

Sekarang kira-kira ketersediaan bahan bakar pertalite, pertamax atau pertamax plus apa sudah tersedia di semua pelosok Sulawesi Utara? Kayaknya mimin ragu juga nih,... bagaimana kalau bro dalam perjalanan gak nemu atau kehabisan pertamax? Gak apa-apa bro,.. isi saja premium. Kualitas premium bisa diatasi dengan menambah octane booster, ada yang  bentuk cair atau tablet harganya berkisar 70.000 -150.000 tergantung merek dan kandungannya, mudah didapatkan di bengkel terdekat atau cari di Ace Hardware Mantos. Mahal? masih murah kok, karena dengan harga segitu bisa dipakai berpuluh kali, tergantung takaran kapasitas bensin bro n sis. Trus apa harus naruh naruh di tas setiap kali mau keluar kota? Jangan-jangan  nanti maituanya bro kira octane booster bentuk pil di kira pil KB atau obat terlarang, lagi,... hihihihi atau cairan octane booster di kira cap tikus,.. bisa berabe,.. tenang bro,... simpan di bagasi kecil nan mungil milik Satria Injeksi, bro,.. siip kaann!!??

Contoh Octane Booster yang banyak beredar di Manado


Sekarang kita simulasi yukk pake bensin plus octane booster cair milik STP ukuran 155 ml yang mimin beli waktu jalan-jalan di Ace Hardware Mantos Manado,... harganya kalo gak salah... Rp. 83.000,-/botolnya. Dalam petunjuk pemakaiannya, bisa dipakai untuk 60-70 liter atau sekitar 2-3 ml OB per liter premiumnya.  Jika harga 83.000 octane booster dibagi 70 liter dapat angka 1.200, atau dengan kata lain,  beli premium 6.400 + 1200 = 7.600. berarti bro n sis keluar keluar duit 7.600/liter, kalau liat iming-iming di kemasannya, setiap takaran idealnya bisa menaikkan minimal 20 unit  level octane booster (2 angka RON) yang berarti  RON Premium  88 + 2 unit  booster = RON 90. Udah pertalite plus-plus bro!!!
Truss,.... kalau lagi jalan jauh, ke gak dapat pertamax dan teman-temannya? Dan sialnya lagi stok octane booster habis? Isi aja premium,... susah amat sihh,... resikonya? Tenang bro,... dengan bahan SCEM (Suzuki Composite Electrochemical Machine) efek knocking akan menggerus dinding mesin atau piston hanya dalam jangka waktu yang sangat lama, ibarat batu baru akan berlubang kalau ditetesi air terus menerus tanpa henti dengan waktu yang lama,... resiko terbesarnya hanya akan berpengaruh pada kinerja akselerasi satria bro n sis karena penumpukan kerak di injector dan beberapa bagian lainnya, itu pun terjadi hanya bila bro terus –menerus menggunakan bahan bakar yang tidak ideal sehingga ruang pembakaran pada motor anda akan lebih cepat kotor. solusinya, bersihkan injector di bengkel Suzuki terdekat. Berikut simulasi piramida berdasarkan pemakaian bahan bakar :

 
Jadi,... tidak rugi kan pake pertamax atau pertamax plus? motor kesayangan bro n sis juga boleh boleh aja pake premium,... ibarat kita setiap hari mandi pake air PAM, trus suatu saat karena aliran PAM mati, kita harus mandi pake air sungai,.. hehehehe,.. nah, biar gak bingung berikut mimin simpulkan tulisan diatas yang panjang lebar :
  1. Satria injeksi pakai premium untuk harian boleh-boleh saja. namun perhatikan frekuensi perawatan mengacu contoh piramida simulasi diatas.
  2. rasakan akselerasi tarikan kendaraan bro,.. jika sudah tidak nyaman segera ke bengkel terdekat, lakukan pembersihan injektor, kemudian pembersihan klep dan ruang bakar (biasanya pakai perbandingan 1 :5 atau  4-5 kali pembersihan injector, 1 kali pembersihan klep dan ruang bakar,..) ini asumsi saja bro ssis yaa,... semuanya tergantung dari feeling bro n sis yang setiap hari bawa motor..
  3. Jika tetap pakai premium dan bro n sis punya dana lebih, siapkan octane booster di motor bro,..
  4. jJka  punya alokasi anggaran bahan bakar cukup untuk beli pertalite, belilah pertalite, tetap siapkan octane booster, namun campurkan ke pertalite bro dengan takaran yang jauh lebih sedikit dibanding saat memakai premium.
  5. Jika bro pakai pertamax, apalagi pertamax plus, bro dapat memaksimalkan hampir seluruh pemakaian bahan bakar yang bro beli tanpa terbuang percuma....

Nyalakan Nyali, Berani Diadu! 
Suzuki Motor Manado



0 komentar:

Posting Komentar

Suzuki Motor Manado. Diberdayakan oleh Blogger.

Silahkan Like dulu Bro and Sis

Popular Posts

Blog Archive